Perubahan Kelembaban dan Kadar Air Teh Selama Penyimpanan pada Suhu dan Kemasan yang Berbeda

Aninda Ayu Arizka, Joko Daryatmo

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengemasan dan suhu penyimpanan terhadap kualitas teh hitam dan teh hijau. Kemasan yang digunakan untuk mengemas kedua teh ini adalah plastik bening, karung plastik, dan paper sack. Masing-masing teh dengan kemasan tersebut disimpan selama 10 minggu pada suhu 30oC dan 10oC. Variabel primer yang akan dianalisis adalah kelembaban dan kadar air teh pada beberapa jenis kemasan dan pada suhu penyimpanan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa selama penyimpanan, kadar air teh dalam kemasan bertambah karena pengaruh kelembaban udara dan suhu ruangan penyimpanan. Penyimpanan teh pada suhu 10oC dinilai lebih mampu mempertahankan kualitas teh hijau dan berpotensi mempertahankan kualitas teh hitam dibandingkan penyimpanan pada suhu 30oC. Dibandingkan dengan plastik bening dan karung plastik, kemasan paper sack merupakan kemasan yang berpotensi paling baik dalam mempertahankan kualitas teh hitam dan teh hijau. Semakin rendah permeabilitas suatu kemasan, maka semakin tinggi kemampuan kemasan mencegah peningkatan kadar air.

Keywords


kelembaban; kadar air; teh; penyimpanan; kemasan

Full Text:

Fulltext PDF

References


Arifin, Sultoni. 1994. Petunjuk Teknis Pengolahan Teh. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Bogor.

Ghani, M. 2002. Dasar-Dasar Budidaya Teh. PT Penebar Swadaya. Jakarta

Gilbert, R. M. 1976. Caffeine as a drug of abuse. In R. J. Gibbons, Y. Israel, H. Kalant, R. E. Popham, G. W. Schmidt & R. G. Smart (Eds.), Research advances in alcohol and drug problems: Volume 3 @p. 49- 176). New York: Wiley and Sons.

Justice, O. L. and L. N. Bass. 1979. Principles and Practices of Seedv Storage. Castle House Public. Ltd. P 289.

Kholiq, N. 2008. “Bahaya, Pengemas Makanan Yang Tidak Cocok” dalam www.suara merdeka.com. Diakses Rabu 13 Februari 2008.

Kustamiyati, 1994. Petunjuk Teknis Pengolahan Teh. Balai Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Bandung.

Labuza, T.P. 1970. Properties of water as related to the keeping quality of foods. Washington, DC, Proceedings of the Third International Congress of Food Science, IFT. Symposium on Physical and Chemical Properties of Foods. pp. 618–635.

Marseno, D. W.; N. Iijima; M. Kayama dan T. Yamamoto. 1995. Effect of Packaging Material on Biochemical Changes and Keeping Quaity of Fishery Product. Indonesian Food and Nutrition Progress Vol. 2 No. 2.

Rahardjo, Budi. 1993. Prakiraan Umur Simpan. Yogyakarta: Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.

Rineka Cipta. 1986. Teknologi Benih. Pengolahan benih dan tuntunan praktikum. Rineka Cipta, Jakarta. hlm. 120-122.

Siswantoro, B. Rahardjo, N. Bintoro, dan P. Hastuti. 2012. Pemodelan Matematik Perubahan Parameter Mutu Selama Penyimpanan Dan Sorpsi-Isotermi Kerupuk Goreng Pasir. J. Agritech, Vol. 32, No. 3, Agustus 2012.

Soedibyo, M. 1985. Penanganan Pasca Panen Buah-buahan dan Sayur-sayuran (Khusus Pengepakan, Pengangkutan, dan Penyimpanan). Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Sub Balai Penelitian Tanaman Pangan.

Sunoto, R. 2006. Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Kualitas dan Umur Simpan Kripik Nangka (Artocarpus heterophylla Lamk). Skripsi. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Suyitno. 1990. Bahan-Bahan Pengemas. PAU. UGM. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.17728/jatp.v4i4.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.