Aplikasi Karagenan Eucheuma cottonii dengan Penambahan Minyak Sawit dalam Pembuatan Edible Film

Ignatius Dicky Adhi Wirawan, Alberta Rika Pratiwi, Victoria Kristina Ananingsih

Abstract


Edible film dari karagenan Eucheuma cottonii memiliki potensi yang dapat digunakan untuk menggantikan pengemas dari plastik. Hanya saja untuk digunakan sebagai pengemas, edible film masih terdapat kekurangan, yaitu ketahanannya terhadap uap air yang masih rendah. Penambahan komponen hidrofobik seperti minyak atau lemak merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi nilai laju transmisi uap air pada edible film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh penambahan minyak sawit terhadap laju transimi uap air (WVTR), umur simpan, dan tingkat ketengikan dari edible film. Penelitian ini menggunakan karagenan dari seaweed Eucheuma cottonii sebagai bahan pembuat edible film yang ditambah minyak sawit dengan berbagai konsentrasi. Analisa yang dilakukan meliputi pengujian transmisi uap air (WVTR) dan umur simpan dari edible film itu sendiri. Umur simpan edible film ditinjau dari kadar air dan nilai asam tiobarbiturat. Hasil menunjukan bahwa edible film dengan penambahan minyak sawit sebanyak 0,75% memiliki nilai WVTR paling rendah, yaitu sebesar 305,7145 ± 4,79 g/m2hari. Hasil dari pendugaan umur simpan edible film yang menggunakan parameter kadar air dan angka TBA menunjukan bahwa semakin banyak minyak sawit ditambahkan, maka akan semakin pendek masa simpannya.

 


Keywords


karagenan, edible film, WVTR, minyak sawit, kadar air

Full Text:

PDF

References


Apriyantono, A., Fardiaz, D., Puspitasari, N., Sedarwanti, Budiyanto, S. 1989. Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. Penerbit Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Arfini, F. 2013. Optimasi proses pembuatan karaginan dari rumput laut merah (Euchema cottonii). Jurnal Galung Tropika, 2(1), 23-32.

Gaman, P.M., Sherrington, K.B. 1994. Ilmu Pangan: Pengantar Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi, Terjemahan A. Murdiati, S. Naruki dan Sarjono. UGM-Press, Yogyakarta.

Manab, A. 2008. Pengaruh penambahan minyak kelapa sawit terhadap karakteristik edible film protein whey. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 3(2), 8-16.

Martins, J.T., Cerqueira, M.A., Bourbon, A.I., Pinheiro, A.C., Souza, B.W.S., Vicente, A.V. 2012. Synergistic Effects Between K-Carrageenan and Locust Bean Gum on Physicochemical Properties of Edible Films Made Thereof. Food Hydrocolloids, 29, 280-289.

McHugh., Krochta. 1994. Water vapor permeability properties of edible whey protein lipid emulsion. Journal AM. Oil Chemistry Science, 71, 397-312.

Murdianto, W. 2005. Sifat Fisik dan Mekanik Edible Film Ekstrak Karaginan dari Rumput Laut Euchema sp. untuk Pembuatan Edible Film. Skripsi. Jurusan Teknologi Pertanian. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Tanaka, M., Ishizaki, S., Suzuki, T., Takai. R. 2001. Water vapor permeability of edible films prepared from fish water solube proteins as affected by lipid type. Journal of Tokyo University of Fisheries, 87, 31-37.

World Instant Noodles Association. 2015. Data penjualan Mie Instan di Indonesia. http://instantnoodles.org/noodles/expannding-market.html (Diaskes tanggal 25 Juli 2015).




DOI: http://dx.doi.org/10.17728/jatp.261

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




web
analytics View My Stats