Sifat Fisik Edible Film yang Terbuat dari Tepung Pati Umbi Garut dan Minyak Sawit

Amalina Noor Shabrina, Setya Budi Muhammad Abduh, Antonius Hintono, Yoga Pratama

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik edible film dari tepung pati umbi garut dan minyak sawit dengan perbedaan konsentrasi antar keduanya, serta mengetahui konsentrasi yang tepat antara beberapa perlakuan yang menghasilkan edible film terbaik. Penelitian ini dirancang secara acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi tepung pati umbi garut (3%, 4%, dan 5% b/v) dan faktor II adalah penambahan konsentrasi minyak sawit (0%, 0,3%, dan 0,6% v/v). Setiap perlakuan dilakukan  sebanyak 3 kali ulangan dengan parameter yang diujikan yaitu berupa ketebalan, water vapor transmission rate, tensile strength, dan persentase pemanjangan. Nilai water vapor transmission rate  terbaik yaitu sebesar 10,691 g/m2/jam dengan formula konsentrasi tepung pati umbi garut 5% (b/v) dan konsentrasi minyak sawit 0,6% (v/v). Pada nilai water vapor transmission rate ini, nilai ketebalan yang diperoleh yaitu 0,1134 mm, tensile strength 2,8 N/mm2 dan presentase pemanjangan 43%. Dalam menentukan nilai, tepung pati umbi garut dan minyak berinteraksi (P<0,05) pada nilai ketebalan, water vapor transmission rate, dan persentase pemanjangan namun tidak berinteraksi (P>0,05) dalam menentukan nilai tensile strength.

The purpose of this research is to determine the physical properties of edible film from arrowroot starch flour and palm oil with difference concentration between both of them, and also to investigate the right concentration among some treatment which have best result. This research used Completely Randomized (CRD) is arranged with two factors. The first factor was the concentration of arrowroot stratch flour (3%, 4%, and 5% b/v) and the second was the concentration of palm oil (0%, 0,3%, and 0,6% v/v). Each treatments for 3 replication, with paramaters measured were thickness, water vapor transmission rate, tensile strength and elongation. The best result of water vapor transmission rate that is 10,691 g/mm2/hour, with formula of the concentration of arrowroot starch flour is 5% and then concentration of palm oil is 0,6%. In this value of water transmission rate, the value of thickness is 0,1134 mm, tensile strength 2,8 N/mm2 and elongation 43%. The result showed the interaction between  concentration of arrowroot starch flour and  palm oil against the thickness, water vapor transmission rate, and elongation (P<0,05). But, there is no interaction with tensile strength (P>0,05).



Keywords


sifat fisik, edible film, umbi garut, minyak sawit

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, R. 2011. Pemanfatan Pati Umbi Garut untuk Pembuatan Plastik Biodegradable. Departemen Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Indonesia, Depok. (Skripsi).

Badan Litbang Pertanian. 2011. Proses Pengolahan Tepung Kasava dan Tapioka. Agroinovasi Edisi 4.

Garcia, N. L., L. Ribbon, A. Dufresne, M. Aranguren, and Goyanes. 2011. Effect of Glycerol on the Morphologi of Nanocomposites Made from Thermoplastic Stratch and Stratch Nanocrystals. J. Carbohydrate Polymers. 84 (1): 203-210.

Guilbert, S., N. Gontard, and L. G. M. Gorris. 1996. Prolongation of The Shelf Life of Perishable Food Using Biodegradable Films and Coatings. Lebensm Wisss. Technol. 29:10-17.

Harris, H. 2001. Kemungkinan Penggunaan Edible Film dari Pati Tapioka Untuk Pengemas Lempuk. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 3(2).

Krochta, J. M. and D. M. Johnston. 1997. Edible and Biodegradable Polymer Films: Challenge and Opportunities. J. Food Technology 951(2):61-74.

Kusumawati, D. H., dan W. D. R. Putri. 2013. Karakteristik Fisik dan Kimia Edible Film Pati Jagung yang Diinkorporasi dengan Perasan Temu Hitam. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 1 (1):90-100.

Liu, Z., and J. H. Han. 2005. Film Forming Characteristics of Starches. Journal Food Science. 70(1):E31-E36.

Listiyawati, O. 2012. Pengaruh Penambahan Plasticizer dan Asam Palmitat Terhadap Karakter Edible Film Karaginan. Program Studi Sains Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. UNS, Surakarta. (Skripsi)

Ningsih, S., H. 2015. Pengaruh Plasticizer Gliserol Terhadap Karakteristik Edible Film Campuran Whey dan Agar. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin, Makassar. (Skripsi)

Pangesti, D. A., A. Rahim, dan G. S. Hutomo. 2014. Karakteristik Fisik, Mekanik dan Sensoris Edible Film dari Pati Talas pada Berbagai Konsentrasi Asam Palmitat. Agrotekbis Universitas Tadulako. 2(6): 604-610.

Rachmawati, A. 2009. Ekstraksi dan Karakterisasi Pektin Cincau Hijau untuk Pembuatan Edible Film. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. (Skripsi)

Rahim, A., N. Alam, Haryadi, dan U. Santoso. 2010. Pengaruh Konsentrasi Pati Aren dan Minyak Sawit Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Edible Film. J. Agroland. 17(1):38-46.

Robertson, L. G. 2013. Food Packaging Principles and Practice. CRC Press. New York.

Sukkunta, S. 2005. Physical and Mechanical Properties of Chitosan-Gelatin Based Film. Department Technology of Environmental Mangement. Faculty of Graduate Studies. Mahidol University. Thailand.

Suryaningrum D. T., J. Basmal, dan Nurochmawati. 2005. Studi Pembuatan Edible Film dari Karaginan. J. Penelitian Perikanan Indonesia. 11(4):1-13.

Warkoyo, B. Rahardjo, D. W. Marseno, dan J. N. W. Karyadi. 2014. Sifat Fisik, Mekanik dan Barrier Edible Film Berbasis Pati Umbi Kimpul yang Diinkorporasi dengan Kalium SorbAt. FTP UGM. 34 (1).




DOI: http://dx.doi.org/10.17728/jatp.239

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




web
analytics View My Stats