Hubungan Sanitasi dengan Status Bakteriologi Koliform dan Keberadaan Salmonella Sp pada Jajanan di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Tembalang, Semarang

Ririh Citra Kumalasari, Martini Martini, Susiana Purwantisari

Abstract


Foodborne disease adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya mikroorganisme hidup yang masuk bersama makanan. Produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan cemaran bakteri patogen dapat mengakibatkan terjadinya foodborne disease. Anak sekolah merupakan usia yang rentan terhadap infeksi bakteri sehingga membutuhkan makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas agar memiliki keadaan atau status gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi dengan kontaminasi bakteri pada makanan jajanan  di Kantin Sekolah Dasar yang berada Kecamatan Tembalang. Jenis penelitian analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 48 jajanan yang dijual di sekolah dasar. Pemeriksaan kontaminasi bakteri didasarkan angka koliform dan Salmonella sp. Data dianalisis dengan Chi-squre test. Hasil penelitian menunjukkan jajanan yang dijajakan di kantin Sekolah Dasar yang tidak memenuhi syarat kesehatan sebesar 85% karena mengandung koliform, dan sebanyak 40% telah terkontaminasi Salmonella. Faktor sanitasi dan hygiene penjual berhubungan dengan kontaminasi bakteri pada makanan jajanan.  Pendidikan kesehatan tentang pengelolaan makanan yang aman bagi anak sekolah perlu diberikan pada penjual makanan di sekolah dasar.

Keywords


bakteri, jajanan, koliform, salmonella

Full Text:

PDF

References


Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Data Kesehatan Indonesia. Jakarta, 2012.

Dinas Kesehatan Kota Semarang. Profil Data Kesehatan Kota Semarang. Semarang:DKK. 2013.

Syahrurachman.A .Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran: Jakarta. Bina Rupa Aksara.2010.

World Health Organization. Penyakit Bawaan Makanan Fokus Pendidikan Kesehatan. Jakarta: EGC. 2005.

Hidayat TS, Mujianto TT, Susanto D. Pola Kebiasaan Jajan Murid Sekolah Dasar dan Ketersediaan Makanan Jajanan Tradisional di Lingkungan Aekolah di Propinsi Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta. Widyakarya Nasional Khasiat Makanan Tradisional. Jakarta: Kantor Mentri Negara Urusan Pangan Republik Indonesia;1995.

Direktorat Jendral Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI. Pedoman pengelolaan dan penyehatan makanan warung sekolah. Jakarta 2004.

Fardiaz S. Riset Mikrobiologi Pangan untuk Peningkatan Keamanan Pangan di Industri. Bogor : Yayasan Srikandi untuk keamanan Pangan.2000.

Supardi, Sukamto. Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan. Bandung Penerbit Alumni. 2009.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. 2010.

Rahmawati P. Analisis Faktor Penyebab Kontaminasi Bakteri pada Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Banyumanik, Semarang. Skripsi tidak diterbitkan: S1 FKM UNDIP. 2011.

Rosania. Pengaruh Higiene dan Sanitasi dengan Kontaminasi Salmonella pada Jajanan Sekolah Dasar Kecamatan Mejobo, Kudus. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang : S1 IKM UNNES. 2015.

Uly D. Survey Keberadaan Salmonella sp Dalam Nasi Rames pada Kantin Sekolah Dasar Wilayah Kerja Puskesmas Sambiroto. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang : S1 FKM UNDIP. 2007.

Ray B.Fundamental Food Microbiology.Boca Raton: CRC Press. 2001.




DOI: http://dx.doi.org/10.17728/jatp.209

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




web
analytics View My Stats