Es Krim Free Lactose Berbahan Dasar Sari Hanjeli sebagai Alternatif Pengganti Es Krim Susu bagi Penderita Lactose Intolerance

Nur Afifah Dwi Purwati, Dian Handayani, Amalia Ruhana

Abstract


Hanjeli merupakan salah satu jenis serealia yang memiliki kandungan protein dan kalsium lebih tinggi dibandingkan dengan serealia lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber protein dan kalsium dalam pembuatan Es Krim Free Lactose yang dapat dikonsumsi oleh penderitalactose intolerance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan kalsium, serta mutu organoleptik es krim free lactose berbahan dasar sari hanjeli. Metode penelitian adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan berdasarkan perbandingan antara hanjeli dan air, yaitu P1 (200%), P2 (100%), P3 (75%), P4 (60%), dan P5 (50%). Analisis statistik dari kandungan protein dan kalsium menggunakan One Way Anova dilanjutkan uji Tukey, sedangkan mutu organoleptik menggunakan one way anova dilanjutkan uji Duncan’s. Kandungan protein pada Es Krim Free lactose berkisar antara 2,72 ± 0,17 – 6,16 ± 0,05 gram per 100 gram sampel. Kandungan kalsium pada Es Krim Free Lactose berkisar antara 1190,62 ± 41,26 – 1485,62 ± 88,21 mg/L. Berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap aroma, tekstur, dan rasa dari kelima perlakuan Es Krim Free Lactose, diketahui bahwa perlakuan yang paling disukai adalah P4 (60% hanjeli) dengan kandungan protein sebesar 2.91 ± 0.41 gram per 100 gram dan kalsium sebesar 1205,31 ± 37.65 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini: Es Krim Free lactose berbahan dasar sari hanjeli dapat memenuhi 83 – 103% kebutuhan protein dan 200 – 219% kebutuhan kalsium untuk snack. Sehingga dapat digunakan sebagai alternatif snack bagi penderita lactose intolerance.

Keywords


Es krim free lactose, sari hanjeli, protein, kalsium, dan uji organoleptik

Full Text:

PDF

References


Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal. 77 – 104, 235 - 243.

Amalia, R dan Riris YS. 2013. Studi Pengaruh Proses Perendaman dan Perebusan Terhadap Kandungan Kalsium Oksalat pada Umbi Senthe (Alocasia macrorrhiza (L) Schott). Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, Vol. 2, No. 3, hal. 17- 23. (Online), http://eprints.uns.ac.id/678/1/Pengaruh_Kecepat

an_Putar_Pengadukan_dan_Suhu_Operasi_pada_ekstraksi_Tanin_dari_Jambu_Mete_dengan_Pelarut_Aseton.pdf. diakses pada tanggal 13 Maret 2014.

Apirattananusorn, S. 2007. Arabinoxylans from job”s tears (coix lachrymal-jobi L.) : chemichal, molechular and structural characterization. Thesis. Suranaree University of Technology. (Online), http://www.researchgate.net/profile /Anupam_Dixit/publication/230467522_Newly_developed_polymorphic_microsatellite_markers_in_Job%27s_tears_%28Coix_lacrymajobi_L.%29/file/72e7e51f7a61bafb43.pdf, diakses pada tanggal 13 April 2013.

Artati, EK dan Fadilah. 2007. Pengaruh Kecepatan Putar Pengadukan dan Suhu Operasi pada Ekstraksi Tanin dari Jambu Mete dengan Pelarut Aseton. EKUILIBRIUM, Vol. 6 No. 1, p : 33–38. (Online), http://eprints.uns.ac.id /678/1/Pengaruh_Kecepatan_Putar_Pengadukan_dan_Suhu_Operasi_pada_ekstraksi_Tanin_dari_Jambu_Mete_dengan_Pelarut_Aseton.pdf, diakses pada tanggal 13 Maret 2014.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa, Jakarta, hal. 400.

Fitrahdini, Sumarwan U, dan Nurmalina R. Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Ekuitas Merek Produk Es Krim. Jurnal Ilmiah Keluarga dan konsumen. 2010, Vol. 3, No. 1, p : 74–81. (Online), http://www.cfs.gov.hk /english/committee/files/Final_Notes_of_26th_Trade_Consultation_Forum.pdf, diakses pada tanggal 13 April 2013

Persatuan Ahli Gizi Indonesia. 2009. Table Komposisi Pangan Indonesia. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, hal. 1 – 2.

Rahmawati RD, 2012. Tingkat penambahan bahan pengembang dalam pembuatan es krim instan ditinjau dari mutu organoleptik dan tingkat kelarutan. Universitas Brawijaya, (Online), http://fapet.ub.ac.id/wpcontent/uploads/2013/04/Tingkat-Penambahan-Bahan-Pengembang-pada-Pembuatan-Es-Krim-Instan-Ditinjau-Dari-Mutu-Organoleptik-Dan-Tingkat-Kelarutan.pdf, diakses pada tanggal 13 Maret 2014.

Salamah E, Sri P, dan Rika K. 2012. Kandungan Mineral Remis (Corbicula javanica) Akibat Proses Pengolahan. Jurnal Akuitika Vol. III, No. 1, hal. 74- 83. (Online), http://jurnal.unpad.ac.id/index.php/akuatika/article /viewFile/483/573. diakses pada tanggal 13 Maret 2014.

Sumarjiana, I. 2011. Lactose Intolerance: Suatu Kasus Ketidakmampuan Usus untuk Mencerna Lactosa. WIDYATECH Jurnal Sains dan Teknologi, 10

(3): 1 – 13, (Online), http://jurnalwidyatech.files.wordpress.com/2012/02/ lactose-intolerance.pdf, diakses pada tanggal 16 Juli 2014.

Tehuteru, ES. Malabsorbsi Laktosa Pada Anak. Jurnal Kedokteran Trisakti. 1999, Vol. 18. No. 3, (Online), http://www.univmed.org/wpcontent/uploads/2011 /02/Vol.18_no.3_4.pdf,diakses pada tanggal 13 April 2013.

Tjokroprawiro, A. 2012. Garis Besar Pola Makan dan Pola Hidup sebagai Pendukung Terapi Diabetes Militus. (Online), http://retnotbs.files.wordpress.com/2012/11/prof-askandar-garisbesar-pola-makan-pola-hidup-sbg-pendukungterapi-dm.pdf, diakses pada tanggal 28 Februari 2014.

Vrese, MD, et al. 2001. Prebiotics-compensation for lactase insufficiency. The American Journal of Clinical Nutrition. 73: 421 – 429. (Online), http://ajcn.nutrition.org/content/94/3/819.full.pdf, diakses pada tanggal 28 November 2012


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




web
analytics View My Stats