Evaluasi Komposisi Zat Gizi dan Senyawa Antioksidan Kedelai Hitam dan Kedelai Kuning

Nurrahman Nurrahman

Abstract


Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang penting bagi masyarakat Indonesia, yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi protein. Kedelai dikonsumsi masyarakat sebagai lauk dan camilan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan zat gizi kedelai hitam dengan kedelai kuning. Kedelai dari ketiga varietas sebelum dianalisa terlebih dahulu dihancurkan untuk dibuat tepung kedelai. Tepung kedelai yang diperoleh diayak dengan saringan ukuran 60 mesh. Analisa yang dilakukan meliputi analisa proksimat, asam amino, asam lemak, antosianin dan isoflavon (daidzein dan genistein). Ketiga varietas kedelai memiliki kandungan kimia yang menjadi parameter penelitian kecuali antosianin. Antosianin hanya ada di kedelai hitam, sedangkan kedelai kuning tidak terdeteksi. Ketiga varietas sama-sama mengandung 14 asam amino.

Keywords


kedelai, zat gizi dan antioksidan

Full Text:

PDF

References


Akhlaghi, M. And B. Bandy. 2009. Mechanisms of flavonoid protection myocardial againts myocardial ischemia-repurfusion injury. J. Mole and Cel Cardiol., 46: 309-317.

Anonim. 2008. Kedelai Hitam, Supaya Kolesterol Selalu Terjaga http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/ cybermed/detail.aspx?x=Natural+Healing&y=cybermed|11|0|3|104http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Natural+Healing&y=cybermed|11|0|3|104 Diakses tanggal 21 September 2008

Anonim. 2013. Detam 3 Prida dan 4 Prida, kedelai hitam berumur genjah. www.litbang.deptan.go.id. Diunduh pada tanggal 4 September 2013.

AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of Association of Official Analytical Chemests. AOAC, Inc.Arlington, Virginia.

Astadi, I.R., M. Astuti, U. Santoso and P.S. Nugraheni. 2009. In vitro antioxidant activity of anthocyanins of black soybean seed coat in human low density lipoprotein (LDL). Food Chem., 122: 659-663.

Astuti, M. 1996a. Sejarah perkembangan tempe. Dalam. Sapuan dan N. Soetrisno (eds). 1996. Bunga Rampai Tempe Indonesia, Jakarta, hal. 21-41. Yayasan Tempe Indonesia, Jakarta.

Fitzpatrick, L.A. 2003. Reprint of soy isoflavones: hope or hype?. Mat., 6(1-2): 132-140.

Jha, H.C., S. Kiriakidis, M. Hoppe, and H. Egge. 1997. Antioxidative Constituents of Tempe. Dalam. Sudarmadji et al. (eds.). 1997. Reinventing the Hidden Miracle of Tempe. Proceding International Tempe Symposium, Bali. Yayasan Tempe Indonesia, Jakarta.

Lehninger, A.L. 1995. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit Erlangga, Jakarta (Diterjemahkan oleh Tenawidjaja, M.).

Mazur, W.M., J.A. Duke, K. . and S. Rasku. 1998. Isoflavonoids and lignans in legumes: Nutritional and healt aspects in humans. J. Nutr. Biochem,, 9:193 – 200.

Messina, M. and A.H. Wu. 2009. Perspectives on the soy-breast cancer relation. Am J Clin Nutr., 89:1673 – 1679.

Nurrahman, M. Astuti, Suparmo dan M.H.N.E. Soesatyo. 2012a. Pertumbuhan jamur, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan tempe kedelai hitam yang diproduksi dengan berbagai jenis inokulum. J. Agritech, 32(1):60 – 65.

Penalvo, J.L., T. Nurmi and H. Adlercreutz. 2004. A simplified HPLC method for total isoflavones in soy products. Food Chem., 87: 297-305.

Xu, B.J. and S.K.S. Chang. 2007. A Comparative study on phenolic profils and antioxidant of legums as affected by extraction solvents. J. Food Sci., 72(2):159-166.




DOI: http://dx.doi.org/10.17728/jatp.v4i3.133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




web
analytics View My Stats