PRODUKSI ALKOHOL, NILAI pH, DAN PRODUKSI GAS PADA BIOETANOL DARI SUSU RUSAK DENGAN CAMPURAN LIMBAH CAIR TAPIOKA

AW Utama, Ahmad Ni'matullah Al-Baarri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH dan produksi gas selama proses produksi bioetanol dengan susu rusak dan limbah cair tapioka. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2011 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak serta Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang.

            Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu rusak yang dibuat dengan cara mendiamkan susu selama 4 jam pada suhu ruang, limbah cair tapioka yang didapat dari industri tepung tapioka di Desa Ngemplak Kabupaten Pati, ragi roti, gula, pewarna makanan, aquades, kapas, aluminium foil, tisu, alkohol 70% dan 95%. Alat yang digunakan pada pembuatan bioetanol adalah filtering flask, selang, gelas ukur, nampan, botol, beker gelas, klip, magnetic stirrer, inkubator, autoclave, timbangan analitik, sendok, piknometer, pH meter, destilator, bunsen, piknometer dan kulkas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam mendesain penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah produksi alkohol, nilai pH dan total gas. Perlakuan yang diterapkan yaitu waktu lama fermentasi 12 jam (T1), lama fermentasi 24 jam (T2), waktu lama fermentasi 36 jam (T3), waktu lama fermentasi 48 jam (T4) waktu lama fermentasi 60 jam (T5). Data hasil pengamatan diolah secara statistik menggunakan analisis  ragam pada taraf signifikasi 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata terhadap produksi alkohol, nilai pH, dan total gas, maka dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu fermentasi memberi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi alkohol, nilai pH, dan total gas, semakin lama waktu fermentasi semakin besar produksi alkohol dan produksi gas yang dihasilkan yaitu sebesar 1,90% dan 23,75 ml. Sementara pada nilai pH semakin lama waktu fermentasi nilai pH semakin menurun dengan nilai 3,78.

Keywords


susu rusak; limbah cair tapioka; produksi alkohol; nilai pH; produksi gas

Full Text:

PDF

References


Al-Baarri, A.N., M. Ogawa, T. Visalsok, S. Hayakawa. 2012. Lactoperoxidase Immobilized Onto Various Beads For Producing Natural Preservatives Solution. Journal Indonesian Food Technologist. 1 (1): 4-6

Astawan, M. dan W. Mita. 1991. Teknologi Pengolahan Pangan Nabati Tepat Guna. Akademika Pressindo. Jakarta

Azizah, N., Al-Barri A.N., Mulyani S. 2012. Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Alkohol, pH, Dan Produksi Gas Pada Proses Fermentasi Bioetanol Dari Whey Dengan Subtitusi Kulit Nanas. Journal Indonesian Food Technologist. 2 (1) in press

Buckle, K.A., R. A. Edwards, E. H. Fleet dan M. Wootton, 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah H. Purnomo dan Adiono. UI-Press. Jakarta

Chentya, V.M., Legowo A.M., Al-Baarri A.N. 2012 Keasamaan Susu Pasteurisasi Dengan Penambahan Ekstrak Daun Aileru. Journal Indonesia Food Technologist 1 (1): 7-11

Datar, R. P., R. M. Shenkman, B. G. Cateni, R. L. Huhnke, R. S. Lewis. 2004. Fermentation of Biomass-Generated Producer Gas to Ethanol. Biotechnology and Bioengineering 86 (5):587-594.

Dominggues, L., Jose, A.T., Guimaraes., Pedro, M.R. 2010. Fermentation of lactose to bioetanol by yeast as part of intergrated solutions for the valorisation of cheese whey. Biotechnology advences 1: 1-10

Elevri, P. A. dan S. R. Putra. 2006. Produksi Etanol Menggunakan Saccharomyces cerevisiae yang Diamobilisasi dengan Agar Batang. Akta Kamindo 1 (2): 105-114.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ghaly, A.E., M.A. Kamal and A. Avery, 2003. Influence of Temperature Rise on Kinetic Parameters during Batch Propagation of Kluyveromyces fragilis in Cheese Whey under Ambient Conditions. World J. Microbiol. Biotechnol., 19: 741-749.

Hambali, E., S. Mujdalipah, A. H. Tambunan, A. W. Pattiwiri dan R. Hendroko, 2008. Teknologi Bioenergi. Agro Media, Jakarta.

Hamilton, R., 2011. The Manufacture of Ethanol From Whey. Dairy Ethanol from Whey. III-H.Wonsburg Diambil dari http://www.nzic.org.nz/ChemProcesses/dairy/3H.pdf. Diakses tanggal 16 Juni 2011 pukul 14:15 WIB

Hanifah, T. A., Christine, J., Dan Titania, T. N. 2001. Pengolahan Limbah Cair Tapioka Dengan Teknologi EM (Effective Mikroorganisms). Jurnal Natur Indonesia 3: 95-103

Hidayat, S., M. C. Padaga, S. Suhartini. 2006. Mikrobiologi Industri. Penerbit ANDI, Surabaya.

Istianah, Y. 2011. Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Pembuat Bioetanol. Fakultas Peternakan Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara (Skripsi Sarjana Peternakan)

Irfandi. 2005. Karakteristik Morfologi Lima Populasi Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.). Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor (Skripsi Sarjana Pertanian).

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi: Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 2. CV. Yrama Widya, Bandung.

Kargi, F, and Serphil Omzihei. 2005. Utilization of Cheese Whey Powder (CWP) for Ethanol Fermentations. Enzym and Microbioal Technology Review 38: 711-718

Kartika, B., A.D. Guritno, D. Purwadi, D. Ismoyowati. 1992. Petunjuk Evaluasi Produk Industri Hasil Pertanian. PAU Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta

Kartohardjono, S., Anggara, Subihi, dan Yuliusman. 2007. Absorbsi CO2 dari campurannya dengan CH4 atau N2 melalui kontaktor membran serat berongga menggunakan pelarut air. Jurnal Teknologi 11 (2): 97-102.

Kumalasari, I. J. 2011. Pengaruh Variasi Suhu Inkubasi terhadap Kadar Etanol Hasil Fermentasi Kulit dan Bonggol Nanas (Ananas sativus). Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang (Skripsi Sarjana Teknik).

Kunaepah, U. 2008. Pengaruh Lama Fermentasi dan Konsentrasi Glukosa terhadap Aktivitas Antibakteri, Polifenol Total dan Mutu Kimia Kefir Susu Kacang Merah. Universitas Diponegoro, Semarang (Tesis Magister Gizi Masyrakat)

Legowo, A.M., Kusrahayu., Mulyani S. 2009. Ilmu dan Teknologi Susu. BP UNDIP. Semarang

Mc Cabe, W. L, J. C. Smith, and P. Harriot. 1993. Operasi Teknik Kimia. Erlangga, Jakarta

Mulyohardjo, M. 1987. Teknologi Pengolahan Pati, UGM Muhammad.Yogyakarta

Nevoigt, E. 2008. Progress in metabolic engineering of Saccharomyces cerevisiae. Microbiology and Molecular Biology Reviews 72 (3): 379-412.

Nurdianti, F. 2007. Evaluasi Aktivitas Enzim Glukoamilase dari Aspergillus oryzae Dengan Ubi Jalar dan Ubi Kayu Sebagai Substrat Fakultas Sains dan Teknik. UNSOED, Purwokerto (Skripsi Sarjana Teknik)

O'Leary V. S., R. Green, B. C. Sullivan, V. H. Holsinger. 2004. Alcohol Production by Selected Yeast Strains in Lactase-Hydrolyzed Acid Whey. Biotechnol Bioeng 19 (10): 19–35.

Prasetyana., D. S, 2009. Skripsi : Kualitas Bioetanol Limbah Tapioka Padat Kering Dihaluksan (Tepung) Dengan Penambahan Ragi dan H2SO4 Pada Lama Fermentasi Yang Berbeda

Prihadana, R. 2007. Bioetanol Ubi kayu Bahan Bakar Masa Depan. Agromedia. Jakarta

Purwanto, Agung. 2012. Pembuatan Bioetanol dari Tepung Biji Nangka dengan Proses Sakarifikasi Fermentasi Fungi Aspergillus Niger dilanjutkan dengan Fermentasi Yeast Saccharomyces Cereviceae. Fakultas Teknik. Universitas Diponegoro, Semarang (Skripsi Sarjana Teknik)

Richana, N. 2011. Bioetanol: Bahan Baku, Teknologi, Produksi dan Pengendalian Mutu. Penerbit Nuansa, Bandung.

Rubio dan M. A. Texeira. 2005. Comparative analiysis of the gal genetic switch between Not-So-Distant cousins: Saccharomyces cerevisiae versus Kluyveromyces lactis. FEMS Yeast Res. 5: 1115-1128

Said, G. 1987. Bioindustri Penerapan Teknologi Fermentasi Edisi 1. Mediatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Saleh, E. 2004. Teknologi Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak.Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara. Diambil dari http://www.repository.usu.ac.id/bitstream/..../ternak-eniza.pdf Diakses tanggal 16 juni 2011 pukul 14:12 WIB

Sumardjo, D. 2004.Pengantar Kimia. Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran Dan Program S1 Fakultas Bioeksata.Kedokteran

EGC.Jakarta Winarno, F.G. 1993. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta

Sumiyati, 2009. Kualitas Nata De Cassava Limbah Cair Tapioka Dengan Penambahan Gula Pasir Dan Lama Fermentasi yang berbeda. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Skripsi Sarjana Pendidikan)

Trifosa, D. 2007. Konversi Pati Jagung Menjadi Bioetanol. Program Studi Kimia FMIPA ITB. Bandung (Skripsi Sarjana Kimia)

Wahyuni, S. 2008. Biogas. Penebar Swadaya, JakartaWidodo. 2002. Bioteknologi Industri Susu. Lacticia Press, Yogyakarta

Widiawati Y., M. Winugroho, P., Mahyuddin. 2010. Estimasi Produksi Gas Metana Dari Rumput Dan Tanaman Leguminosa Yang Diukur Secara Invitro. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Vertiner.

Wirahadikusuma, 1995. Biokmia Metabolisme Energi karbohidrat dan Lipid. ITB, Bandung.

Wright JD, CE Wymen and K. Grohman K. 1988. Simulatneous Saccharification and Fementation of Lignocellulose. Appl. Biochem Biotechanol. (18) : 75-90.

Yuniarsih, F.N., 2009. Pembuatan Bioetanol Dari Dekstrin Dan Sirup Glukosa Sagu (Metroxylen sp.) Mengunakan Sacchromyceas Cerevesae var. Ellipsoideus. Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor (Skripsi Sarjana Pertanian)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




web
analytics View My Stats